Rabu, 02 Februari 2011

"Saat Keperawanan Di Pertanyakan"

Tidak selalu ada hubungan antara selaput dara dengan pernah tidaknya seorang gadis berhubungan seks,
hubungan seks memang bukan satu-satunya penyebab kerusakan pada selaput dara. Berbagai aktivitas fisik seperti bersepeda serta senam lantai maupun pemasangan tampon bisa membuatnya rusak sekalipun belum pernah berhubungan badan.
Sebaliknya, perbedaan elastisitas selaput dara pada setiap individu bisa membuat beberapa orang tetap tampak seperti perawan meski sudah pernah bersetubuh. Pada jenis selaput dara sangat kuat, penetrasi penis atau bahkan kelahiran bayi sekalipun tidak akan serta merta menyebabkan kerusakan.
Kini dengan perkembangan teknologi, status keperawanan menjadi semakin sulit untuk ditentukan hanya berdasarkan kondisi selaput dara.
Dari aspek kedokteran-seksual, tidak selalu selaput dara ( hymen ) koyak atau berdarah pada ML ( Making Love ) pertama kali. Hal ini bergantung pada elastisitas selaput dara, bila sangat elastis tidak terjadi perdarahan. Juga bila lubrikasi vagina hebat, hingga dinding vagina basah dan licin, iritasi batang penis pada vagina tidak terjadi. Dengan demikian, tidak terjadi robekan selaput dara atau perdarahan.
Wanita perawan atau tidak perawan itu tidak terlihat ciri-ciri fisiknya. Melalui proses pacaran yang berkualitas, kaum pria seharusnya bisa memahami prilaku calon isteri. Hingga, ketika tiba saatnya ke pelaminan, tidak ada lagi pikiran negatif atau rasa curiga 'Apakah isterinya masih perawan atau tidak?'. Supaya berimbang, kaum wanita patut pula mempertanyakan 'Apakah calon suami mereka masih perjaka tulen?' hehehehehhe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar